Pada tanggal 2 April 2026, PWK UGM berkesempatan mendalami isu kependudukan langsung dari praktisi. Bapak Mohamad Iqbal Apriansyah, S.H., M.P.H selaku Kepala Perwakilan BKKBN DIY, hadir memaparkan materi mengenai arah kebijakan kependudukan Indonesia di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.
Kuliah umum ini menyoroti bahwa perencanaan wilayah tidak bisa dilepaskan dari statistik dan kualitas manusianya. Bapak Iqbal memaparkan berbagai program intervensi strategis, mulai dari gerakan “Genting” (Orang Tua Asuh Cegah Stunting) untuk memastikan kualitas generasi masa depan, hingga program “Tamasya” (Taman Asuh Sayang Anak) yang mendukung ekosistem pengasuhan anak yang terstandarisasi. Selain itu, fenomena fatherless di Indonesia juga direspon melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang menekankan pentingnya peran ayah dalam ketahanan keluarga.
Satu hal yang menjadi sorotan adalah transformasi digital dalam pelayanan keluarga melalui AI Super Apps Keluarga Sakina. Teknologi ini diharapkan mampu mengintegrasikan data kependudukan lintas sektor untuk pengambilan kebijakan yang lebih akurat. Melalui sesi ini, mahasiswa diajak memahami bahwa “Berencana itu Keren” bukan sekadar slogan, melainkan fondasi bagi pembangunan wilayah yang inklusif bagi semua kelompok usia, termasuk para lansia melalui program “Sidaya” (Lansia Berdaya).
Materi ini mendukung beberapa target dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
-
SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)
Fokus pada penurunan angka stunting dan kesehatan reproduksi. -
SDG 5 (Kesetaraan Gender)
Mendorong peran ayah dalam pengasuhan dan dukungan bagi ibu bekerja melalui fasilitas daycare. -
SDG 1 (Tanpa Kemiskinan)
Memperkuat ketahanan keluarga sebagai unit terkecil ekonomi masyarakat. -
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)
Melalui edukasi parenting dan pengembangan karakter anak sejak dini. -
SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan)
Pemberdayaan kelompok lansia dan intervensi bagi keluarga rentan.


