Universitas Gadjah Mada Urban and Regional Planning
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • News
  • Liputan: Kuliah Tamu Transportasi Laut dan Pengembangan Wilayah

Liputan: Kuliah Tamu Transportasi Laut dan Pengembangan Wilayah

  • News
  • 25 April 2017, 10.38
  • Oleh: admin
  • 0

Sebagai negara maritim, peran transportasi laut bagi Indonesia sangatlah besar. Banyak program-program dari pemerintahan saat ini yang memiliki kerangka pengembangan infrastruktur transportasi laut dengan tujuan memantik perkembangan wilayah terutama di bagian timur Indonesia. Itulah salah satu informasi yang didapatkan dari kuliah tamu yang diadakan oleh PWK UGM, pada Jumat 10 April 2017. Narasumber pada kuliah tamu tersebut adalah Bapak Ison Hendrasto, Kasie Bidang Teknis Fasilitas Kepelabuhan, Kementrian Perhubungan Republik Indonesia.

Dalam paparanya, Bapak Ison memberikan berbagai data dan informasi aktual terkait dengan transportasi laut di Indonesia. Beliau menjelaskan kondisi dan fakta terkini transportasi laut di Indonesia. Saat ini, Indonesia memiliki 340 buah pelabuhan untuk melayani angkutan laut, 389 wilket, 36 terminal umum, dan 1246 rencana lokasi pelabuhan lokal baru sampai tahun 2030. Infrastruktur tersebut tersebar di seluruh Indonesia. Seperti yang ditampilkan dalam peta persebaran pelabuhan berikut:

sumber: paparan Bapak Ison (2017)

Dalam sub-materi kedua, disampaikan pula tantangan dan kebijakan strategis Indonesia dalam mengembangkan transportasi laut. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia terkait dengan transportasi laut antara lain Karakteristik geospasial wilayah yang membentang luas yang menjadikan biaya logistik menjadi tinggi dan berdampak lanjutan pada meningkatnya harga barang. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Indonesia memiliki program tol laut yang yang memiliki fokus pengembangan pada wilayah timur Indonesia.

Selanjutnya dijelaskan berbagai fase perencanaan dan pengelolaan transportasi laut terutama pelabuhan. Setidaknya terdapat 5 fase yang harus dilalui dalam perencanaan pembangunan pelabuhan berdasarkan pada UU No. 17 Tahun 2008, yaitu: 1. Perencanaan Induk Pelabuhan Nasional; 2. Penetapan Lokasi dan Hirarki Pelabuhan; 3. Rencana Induk Pelabuhan dilengkapi DLKr/DLKp; 4. Pembangunan dan pengoperasian pelabuhan; 5. Pengembangan Pelabuhan.

Dalam pelaksanaanya, ada banyak regulasi yang perlu dipatuhi. Salah satunya adalah pembangunan pelabuhan dapat terlaksana bisa rencana pembangunan infrastruktur tersebut telah tertuang dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional dan Rencana Tata Ruang Wilayah, baik di level nasional, provinsi, maupun kabupaten, bergantung pada hirarki pelabuhan yang akan dibangun.

Unduh materi kuliah tamu ini pada link berikut.

Tags: Kuliah Tamu Lecture Series Planning Lecture

Leave A Comment Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Recent Posts

  • After Report “Babak Baru Penegakan Hukum Bidang Penataan Ruang”
    November 24, 2025
  • After Report Kuliah Tamu “Implementasi dan Tantangan Tata Kelola UDGL DKI Jakarta”
    November 19, 2025
  • After Report Kuliah Tamu “Eksplorasi Metode dan Identifikasi Perilaku Meruang untuk Perencanaan Spasial”
    November 18, 2025
  • After Report Kuliah Tamu “Permaculture as Solution”
    November 18, 2025
  • After Report Kuliah Tamu “Eksplorasi Media sebagai Medium Diskursus dan Kritik Fenomena Perencanaan”
    November 17, 2025
Universitas Gadjah Mada

Urban and Regional Planning

Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika no. 2, Kampus Fakultas Teknik UGM
Yogyakarta 55281
Telp. : +6274 580092
Fax : +6274 580854
Email: s1pwk@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY