Pesatnya laju urbanisasi dan ancaman nyata perubahan iklim menuntut para perencana kota untuk terus mencari terobosan baru, khususnya dalam hal ketahanan lingkungan dan manajemen sumber daya air. Merespons tantangan tersebut, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM sukses menggelar Academic Workshop bertajuk “Nature-based Solutions: Bringing Theory into Practice” pada hari Senin, 9 Maret 2026, bertempat di Ruang Sidang, Lantai 2, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan.
News
Program Sarjana Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan berstandar global. Pada tanggal 11-12 Februari 2026, PWK UGM telah melaksanakan serangkaian agenda Visitasi Re-Akreditasi oleh lembaga akreditasi internasional asal Jerman, yaitu ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik).
Kehadiran tim asesor independen internasional ini menjadi momentum penting bagi program studi untuk melakukan refleksi terhadap mutu pendidikan. Tim asesor yang bertugas dalam visitasi kali ini terdiri dari Prof. Dr. Frank Schwartze, Prof. Dr. Detlef Kurth, Dr. Hendricus Andy Simarmata, Aurelia Nadya Utomo, serta Tamina Renner, M.A.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UGM kembali menggelar agenda kuliah tamu yang kali ini mengupas tuntas dinamika tata ruang di Kabupaten Magelang. Hadir sebagai narasumber ahli, Ibu Dhanik Ernawati, S.T., M.Eng., dari instansi BAPPEDA & LITBANGDA Kabupaten Magelang. Beliau membawakan topik bahasan yang sangat relevan dengan tajuk “Penataan Ruang untuk Mewujudkan Kabupaten Magelang Berdaya Saing”.
Ibu Dhanik membedah arah kebijakan spasial terbaru yang telah disahkan melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2024 tentang RTRW Kabupaten Magelang Tahun 2024-2044. Kabupaten Magelang, yang topografinya sering diibaratkan seperti “cawan air”, ternyata memiliki potensi pembagian ruang wilayah yang sangat beragam. Sektor pariwisata alam dan pertanian difokuskan di area lereng gunung sebelah barat dan utara, kegiatan perdagangan dan industri mendominasi kawasan strategis di bagian tengah, sementara potensi pertambangan galian C tersebar di area timur. Keseluruhan arahan spasial ini disusun untuk mewujudkan visi dan misi daerah yang aman, nyaman, religius, unggul, serta sejahtera.
Pada kesempatan kuliah tamu kali ini, Program Studi Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada menghadirkan Dr. Yetty Setiyaningsih, SP, M.Eng., selaku Kepala Bidang Ekonomi Prasarana dan Wilayah Kota Magelang. Beliau membawakan materi dengan topik “Mengenal Kota Magelang: Profil dan Isu Keruangan Aktual”.
Dalam paparannya, Dr. Yetty menyoroti berbagai dinamika pembangunan dan tantangan keruangan yang dihadapi oleh Kota Magelang saat ini. Sebagai kota dengan luas wilayah yang terbilang tidak terlalu luas, yakni sekitar 18,56 kilometer persegi, Kota Magelang dihadapkan pada keterbatasan lahan yang memicu tingginya angka alih fungsi lahan. Salah satu isu utama yang dibahas adalah ancaman terhadap ketahanan pangan perkotaan akibat menurunnya tingkat produktivitas tanaman pangan. Hal ini semakin diperparah dengan tren alih fungsi Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD), di mana sekitar 34,59% di antaranya telah berubah wujud menjadi lahan terbangun dan penggunaan lainnya.
Untuk menjaga kualitas dan mutu pembelajaran, dilakukan evaluasi secara rutin di setiap semester di lingkungan Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota UGM melalui EDOM atau Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa. Mahasiswa melakukan penilaian kepada dosen di setiap mata kuliah berdasarkan 12 kriteria dalam bentuk pertanyaan dengan rincian seperti pada grafik di bawah ini.
Berikut di bawah ini adalah hasil penilaian EDOM pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026. Rata-rata nilai di setiap kriteria berada di atas angka 3,30. Nilai tertinggi diraih oleh kriteria F yaitu penguasaan bahan. Nilai terendah ada pada aspek H yaitu kesesuaian tugas dengan beban mata kuliah. Selain itu, terdapat lima aspek lainnya dengan nilai kurang dari 3,5 ada pada aspek E yaitu akses bahan perkuliahan, I yaitu kesesuaian kuis dengan beban mata kuliah, J yaitu kesesuaian ujian dengan materi perkuliahan, K yaitu pemahaman siswa terhadap materi, dan L peningkatan motivasi belajar. Salah satu kriteria pada semester genap yang berada pada nilai di bawah 3.5 yang mengalami perbaikan dengan adanya peningkatan nilai pada semester gasal adalah kriteria A yaitu kehadiran dosen sesuai jadwal.

