Pesatnya laju urbanisasi dan ancaman nyata perubahan iklim menuntut para perencana kota untuk terus mencari terobosan baru, khususnya dalam hal ketahanan lingkungan dan manajemen sumber daya air. Merespons tantangan tersebut, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM sukses menggelar Academic Workshop bertajuk “Nature-based Solutions: Bringing Theory into Practice” pada hari Senin, 9 Maret 2026, bertempat di Ruang Sidang, Lantai 2, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan.
SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak
Yogyakarta, 4 November 2025 – Di tengah tantangan krisis ekologi dan tekanan urbanisasi global, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (PWK UGM) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Permaculture as Solution”. Bertempat di Gedung SGLC 6B2, Lantai 6, Fakultas Teknik UGM, acara ini menghadirkan Khaerul Anam Widya Purnama dari United Nations – Food And Agriculture Organization (FAO).
Dalam kuliah ini, Khaerul Anam menyoroti urgensi perubahan paradigma dalam pembangunan kota. Beliau memaparkan bahwa pendekatan sustainability (keberlanjutan) yang sekadar “meminimalkan dampak negatif” tidak lagi cukup untuk menghadapi kerusakan lingkungan saat ini. Diperlukan pergeseran menuju Desain Regeneratif, yaitu pendekatan yang secara aktif memulihkan ekosistem, menyerap karbon, dan meningkatkan ketahanan masyarakat .
Yogyakarta, 31 Oktober 2025 – Program Studi Sarjana PWK UGM kembali mengadakan kuliah tamu dengan topik “Menuju Kawasan Industri yang Berkelanjutan: Konsep, Tata Kelola, dan Strategi Pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang “. Kuliah tamu ini digelar secara luring dan terbuka untuk umum di Gedung DTAP, UGM. Tidak hanya berupa kuliah tamu, tetapi kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (HMTPWK) UGM dalam Company Visit X MKP Perencanaan Kawasan Industri.
Yogyakarta, 24 Oktober 2025 – PWK UGM kembali menghadirkan kuliah tamu secara daring dengan mengundang Jelle Thery, MLA yang merupakan seorang Landscape Architect sekaligus Founder of Urban Nature. Kuliah tamu ini mengangkat topik “Integrated Water Resilience, Designing for Biodiversity, and Creating Happy Places for People (Forming Accessible Places Where Nature and People Finding A Balance)”
Jelle Thery membahas konsep arsitektur lanskap yang berpusat pada hubungan harmonis antara manusia dan alam. Isu utamanya menyoroti pentingnya Regenerative Design, yaitu pendekatan perancangan yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan, tetapi juga pada pemulihan ekosistem alam. Pendekatan ini mengintegrasikan pengelolaan air perkotaan (water resiliency), peningkatan keanekaragaman hayati (biodiversity), serta penciptaan ruang publik yang sehat dan membahagiakan (happy places). Dalam konteks ini, Jelle menyampaikan bahwa alam dipandang sebagai sistem yang saling terhubung dengan manusia, bukan sekadar latar belakang, sehingga desain harus menciptakan simbiosis antara keduanya.

