Dunia perencanaan telah berkembang pesat. Saat ini, perencana dituntut untuk bisa memprediksi masa depan ruang menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intellegence/AI). Mengedepankan kompetensi tersebut, PWK UGM melalui Mata Kuliah Metode dan Teknik Perencanaan Wilayah menggelar kuliah tamu bertajuk “GeoAI & Machine Learning untuk Ekstraksi Informasi Spasial dari Data Citra” pada Senin, 24 Agustus 2026. Sesi ini menghadirkan Ir. Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, dari Departemen Teknik Geodesi UGM.
Dalam paparannya, Pak Ruli yang juga merupakan inisiator GeoAI-Twinverse mengajak mahasiswa melihat evolusi teknologi geospasial, dari sekadar visualisasi WebGIS menjadi Planning Intelligence. Beliau memperkenalkan berbagai perangkat GeoAI buatan anak bangsa seperti GeoCARTA yang mampu mendeteksi tapak bangunan dalam hitungan detik, CASCADE 3D untuk otomatisasi model kota tiga dimensi, hingga aplikasi JAGAD LINTANG dan LANDEP untuk memantau perubahan tutupan lahan serta mendeteksi potensi tanah terlantar secara real-time.
Lebih jauh, kuliah tamu ini juga menyoroti integrasi GeoAI dengan konsep City Digital Twin. Dengan menggabungkan pemodelan 3D dan data sensor Internet of Things (IoT) yang mencatat curah hujan, kemacetan, hingga kualitas udara secara langsung, seorang perencana kini bisa melakukan simulasi dampak banjir sebelum hujan turun. Paparan ini menjadi pengingat bahwa literasi terhadap machine learning dan spatial data analytics adalah bekal wajib untuk merancang kota secara cerdas di masa depan.
Kuliah tamu ini mendukung visi pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui:
-
SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan)
Memanfaatkan Digital Twin dan GeoAI untuk merancang tata kelola kota yang responsif terhadap dinamika urbanisasi dan bencana. -
SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur)
Mendorong kemandirian riset teknologi dalam negeri melalui pengembangan perangkat lunak ekstraksi geospasial seperti GeoCARTA dan CASCADE 3D. -
SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim)
Menggunakan analisis change detection dan data sensor cuaca real-time untuk mitigasi dampak ekstrem iklim, seperti simulasi kerentanan banjir. -
SDG 15 (Ekosistem Daratan)
Memantau alih fungsi lahan dan mengawal perlindungan lahan melalui deteksi tutupan vegetasi dan identifikasi batas konsesi secara otomatis. -
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)
Menyelaraskan kurikulum pendidikan perencanaan tata ruang dengan tuntutan era industri 4.0 dan literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

