Pada kesempatan kuliah tamu kali ini, Program Studi Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada menghadirkan Dr. Yetty Setiyaningsih, SP, M.Eng., selaku Kepala Bidang Ekonomi Prasarana dan Wilayah Kota Magelang. Beliau membawakan materi dengan topik “Mengenal Kota Magelang: Profil dan Isu Keruangan Aktual”.
Dalam paparannya, Dr. Yetty menyoroti berbagai dinamika pembangunan dan tantangan keruangan yang dihadapi oleh Kota Magelang saat ini. Sebagai kota dengan luas wilayah yang terbilang tidak terlalu luas, yakni sekitar 18,56 kilometer persegi, Kota Magelang dihadapkan pada keterbatasan lahan yang memicu tingginya angka alih fungsi lahan. Salah satu isu utama yang dibahas adalah ancaman terhadap ketahanan pangan perkotaan akibat menurunnya tingkat produktivitas tanaman pangan. Hal ini semakin diperparah dengan tren alih fungsi Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD), di mana sekitar 34,59% di antaranya telah berubah wujud menjadi lahan terbangun dan penggunaan lainnya.
Lebih lanjut, kuliah tamu ini juga membedah fenomena kependudukan dan tren ekonomi kota. Isu krusial seperti penuaan penduduk (aging population), tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dan ketimpangan distribusi pendapatan menjadi pekerjaan rumah yang ditekankan oleh narasumber. Di sektor lingkungan, Dr. Yetty mengingatkan pentingnya penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota yang saat ini pemenuhannya baru berada di angka 17,93% dan ketersediaannya belum merata di setiap kecamatan. Untuk menghadapi segala keterbatasan tersebut, strategi yang sedang didorong oleh pemerintah adalah dengan mengoptimalkan kolaborasi antardaerah penyangga (konsep Gelangmanggung) guna mengubah kelemahan spasial kota menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru.
Pemaparan dalam kuliah tamu ini sangat sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
-
SDG 1 (Tanpa Kemiskinan)
Membahas ketimpangan distribusi pendapatan dan tantangan pengentasan kemiskinan warga yang belum bekerja di kawasan perkotaan. - SDG 2 (Tanpa Kelaparan)
Merespons isu ketahanan pangan serta mendesaknya upaya perlindungan lahan sawah berkelanjutan dari arus alih fungsi lahan. - SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
Mendorong penciptaan lapangan kerja, menekan angka pengangguran terbuka, serta memajukan sektor industri dan UMKM. -
SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan)
Merupakan inti pembahasan lewat isu penataan struktur ruang, perluasan RTH, integrasi transportasi publik, dan penataan wilayah kumuh. -
SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim)
Terkait dengan upaya inventarisasi emisi gas rumah kaca dan peningkatan resiliensi daerah terhadap degradasi kualitas lingkungan hidup.