Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UGM baru saja menggelar kuliah tamu yang membedah sisi teknis sekaligus humanis dari manajemen pasca bencana. Menghadirkan Ir. Ashar Saputra, Ph.D., IPM dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM, diskusi kali ini menyoroti kompleksitas pemulihan wilayah Sumatera setelah diterjang bencana banjir.
Dalam paparannya, Dr. Ashar menekankan bahwa pemulihan bukan sekadar membangun kembali apa yang hancur, melainkan menerapkan prinsip Build Back Better. Beliau menggarisbawahi tantangan nyata di lapangan, mulai dari kendala logistik dan pembersihan puing hingga sulitnya akses material konstruksi di daerah terdalam. Satu poin menarik yang dibahas adalah pentingnya aspek lokalitas, di mana dalam masa darurat, kayu-kayu hanyutan sisa banjir dapat diolah secara cerdas menjadi hunian sementara (huntara) yang ramah lingkungan sekaligus melibatkan partisipasi aktif warga penyintas.
