Survei Pengguna Lulusan merupakan instrumen penting bagi Program Sarjana Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan untuk mengevaluasi kualitas alumni di dunia kerja. Progam Sarjana Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota kembali menggelar survei pengguna lulusan di tahun 2025. Penilaian ini mencakup berbagai indikator kompetensi, mulai dari integritas profesional hingga penguasaan teori dan instrumen perencanaan.
Laporan ini memaparkan hasil evaluasi kepuasan pemberi kerja terhadap lulusan pada tahun 2025. Tingkat kepuasan diukur melalui empat skala: Kurang Puas (1), Cukup (2), Baik (3), dan Sangat Baik (4).
Berdasarkan hasil survei tahun 2025, lulusan terus menunjukkan performa yang solid dan dapat diandalkan oleh pemberi kerja. Rata-rata penilaian kumulatif menunjukkan bahwa 56.73% pengguna memberikan predikat Sangat Baik dan 39.10% memberikan predikat Baik. Angka persentase untuk penilaian Kurang Puas tetap berhasil dipertahankan pada level 0%.
Lulusan menunjukkan keunggulan yang merata pada beberapa indikator kompetensi umum. Aspek integritas (etika dan moral), kerja sama tim, serta penggunaan teknologi informasi menjadi tiga kompetensi paling unggul dengan masing-masing mendapatkan penilaian 73.08% Sangat Baik. Aspek motivasi pengembangan diri, kemampuan beradaptasi, ketangguhan, dan komunikasi secara umum juga mencatatkan angka di atas 65% untuk kategori Sangat Baik.
Dalam hal kompetensi spesifik bidang keruangan, 69.23% pengguna memberikan nilai Sangat Baik untuk kemampuan lulusan dalam mengkomunikasikan dan mempertanggungjawabkan hasil kerja secara profesional. Sementara itu, pada aspek penguasaan metode dan teknik perencanaan wilayah dan kota, pengguna memberikan penilaian Baik sebesar 53.85% dan Sangat Baik sebesar 46.15%.
Evaluasi tahun 2025 mengonfirmasi bahwa lulusan memiliki kapasitas yang kompetitif, terutama dalam hal etika kerja, kolaborasi, dan adaptasi teknologi. Sebagai catatan untuk peningkatan mutu, aspek penguasaan bahasa asing perlu mendapatkan perhatian lebih, mengingat terdapat 23.08% pengguna yang menilai kompetensi ini pada level Cukup. Hasil evaluasi ini secara langsung akan berkontribusi pada penyempurnaan proses pembelajaran akademik.

