Selama ini, penataan kota kerap dianggap sebatas urusan teknis pembangunan jalan, gedung, atau pengaturan zonasi. Namun, perspektif ini digali lebih dalam pada kuliah tamu yang digelar Program Sarjana Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UGM pada Kamis, 30 April 2026 lalu. Menghadirkan Retno Agustin, pakar GEDSI dari CIRCLE Indonesia sekaligus mahasiswa doktoral Sosiologi UGM, diskusi ini menegaskan pesan penting bahwa tata kota sejatinya adalah perihal keadilan sosial dan relasi kuasa.
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Kualitas sebuah kawasan permukiman tidak hanya ditentukan oleh proses konstruksinya, tetapi dimulai dari langkah yang jauh lebih awal dan krusial yaitu perencanaan tapak yang matang. Untuk memberikan pemahaman praktis yang mendalam, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Kuliah Tamu untuk Mata Kuliah Pilihan (MKP) Tapak Perumahan.
Kegiatan yang berlangsung secara luring pada Kamis, 29 April 2026, di Gedung SGLC Fakultas Teknik UGM ini mengangkat tema “Strategi Perencanaan dan Perancangan Tapak Perumahan”. Berbeda dengan sesi kelas biasanya, kali ini mahasiswa diajak melihat realita industri langsung melalui kacamata praktisi berpengalaman.
Pada tanggal 2 April 2026, PWK UGM berkesempatan mendalami isu kependudukan langsung dari praktisi. Bapak Mohamad Iqbal Apriansyah, S.H., M.P.H selaku Kepala Perwakilan BKKBN DIY, hadir memaparkan materi mengenai arah kebijakan kependudukan Indonesia di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.
Kuliah umum ini menyoroti bahwa perencanaan wilayah tidak bisa dilepaskan dari statistik dan kualitas manusianya. Bapak Iqbal memaparkan berbagai program intervensi strategis, mulai dari gerakan “Genting” (Orang Tua Asuh Cegah Stunting) untuk memastikan kualitas generasi masa depan, hingga program “Tamasya” (Taman Asuh Sayang Anak) yang mendukung ekosistem pengasuhan anak yang terstandarisasi. Selain itu, fenomena fatherless di Indonesia juga direspon melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang menekankan pentingnya peran ayah dalam ketahanan keluarga.
Prestasi SPWK 2025: Mahasiswa PWK UGM Menorehkan Jejak Gemilang di Kancah Nasional dan Internasional
Mahasiswa Program Studi Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Universitas Gadjah Mada, menorehkan sejumlah pencapaian yang membanggakan sepanjang tahun 2025. Prestasi yang diraih meliputi berbagai kategori, mulai dari kompetisi studio, perencanaan dan perancangan, karya tulis ilmiah, teknologi dan informasi, keterlibatan dalam kegiatan akreditasi internasional, hingga kejuaraaan olahraga.
Berikut adalah perjalanan prestasi mahasiswa Sarjana PWK UGM selama periode tahun 2025:
Yogyakarta, 11 November 2025 – Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (PWK UGM) kembali menggelar kuliah tamu dalam rangkaian Mata Kuliah Pilihan (MKP) Ruang dan Perilaku. Bertempat di Ruang 5A1, Gedung SGLC Fakultas Teknik UGM, acara ini menghadirkan Widhi Cahya Yudhanta, S.T., M.Sc., Principal Architect dari Gugusgagas Studio.
Dalam kuliah bertajuk “Eksplorasi Metode dan Identifikasi Perilaku Meruang untuk Perencanaan Spasial”, Widhi membuka wawasan mahasiswa mengenai fenomena di mana banyak ruang kota dirancang indah secara visual namun gagal saat digunakan karena tidak memahami bagaimana manusia bergerak dan berinteraksi. Beliau menekankan pentingnya mempelajari “perilaku meruang” sebagai jembatan krusial antara arsitektur, desain perkotaan, dan perencanaan wilayah.
