Kualitas sebuah kawasan permukiman tidak hanya ditentukan oleh proses konstruksinya, tetapi dimulai dari langkah yang jauh lebih awal dan krusial yaitu perencanaan tapak yang matang. Untuk memberikan pemahaman praktis yang mendalam, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Kuliah Tamu untuk Mata Kuliah Pilihan (MKP) Tapak Perumahan.
Kegiatan yang berlangsung secara luring pada Kamis, 29 April 2026, di Gedung SGLC Fakultas Teknik UGM ini mengangkat tema “Strategi Perencanaan dan Perancangan Tapak Perumahan”. Berbeda dengan sesi kelas biasanya, kali ini mahasiswa diajak melihat realita industri langsung melalui kacamata praktisi berpengalaman.
Hadir sebagai narasumber adalah Pebri Arif Laksono, Owner sekaligus Direktur 1 PT Bina Madani Wirasetya. Dengan rekam jejaknya sebagai pengembang, arsitek, sekaligus kontraktor, Pebri membagikan wawasan taktis mengenai bagaimana menyeimbangkan tata ruang yang ideal dengan efisiensi teknis dan kondisi di lapangan.
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa setiap detail dalam perencanaan tapak mulai dari penentuan lokasi hingga pembagian zonasi memiliki dampak langsung pada kenyamanan penghuni, biaya pembangunan, hingga kelayakan struktur jangka panjang. Diskusi ini membuka perspektif baru bagi para calon perencana wilayah mengenai dinamika nyata di dunia properti, di mana estetika desain harus berjalan selaras dengan perhitungan ekonomi dan teknis.
Melalui forum ini, harapannya, para lulusan kelak mampu merancang ruang hidup yang berkualitas, efisien, dan berkelanjutan.
Topik kuliah tamu ini sangat relevan dengan beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
- SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan)
Mendorong perancangan perumahan dan permukiman yang aman, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. - SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)
Menghadirkan praktisi industri untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa. - SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur)
Mendorong transfer pengetahuan terkait inovasi desain dan teknik konstruksi infrastruktur perumahan. - SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)
Memastikan bahwa strategi perancangan tapak yang diaplikasikan mampu menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat dan menunjang kesejahteraan fisik maupun mental penghuninya. - SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
Memberikan wawasan mendalam mengenai prospek industri real estate dan konstruksi yang memainkan peran besar dalam pergerakan ekonomi lokal dan penyediaan lapangan pekerjaan.