Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, arah pembangunan Indonesia tidak lagi hanya berorientasi pada daratan. Pengelolaan tata ruang laut juga menjadi kebutuhan mendesak. Merespons hal tersebut, Program Sarjana Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UGM menggelar Kuliah Tamu untuk Mata Kuliah Pilihan (MKP) Valuasi Lingkungan yang mengupas potensi maritim Indonesia.
Kuliah tamu yang dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026 di Gedung SGLC Fakultas Teknik UGM ini mengangkat tema “Menghitung Potensi Aliran Sumber Daya Laut dengan Pendekatan Ocean Account”. Diskusi ini menghadirkan Citra Septiani, M.Res., Ocean and Plastic Waste Research Coordinator dari World Resources Institute (WRI) Indonesia sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Citra memperkenalkan konsep Neraca Sumber Daya Laut atau Ocean Account. Instrumen ini penting untuk mengukur dan memvaluasi aset ekosistem laut, melengkapi Neraca Sumber Daya Alam (NSDA) yang selama ini lebih banyak mendata aset di daratan seperti sektor pertanian dan pertambangan. Citra menjelaskan secara mendalam mulai dari metode perhitungan, elemen krusial yang harus dipertimbangkan, hingga teknis pengintegrasian hasil valuasi tersebut ke dalam kebijakan perencanaan ruang laut.
Bagi mahasiswa PWK sebagai calon perencana wilayah, penguasaan metode valuasi ini menjadi bekal strategis untuk merancang tata ruang laut dan pesisir yang mampu menyeimbangkan pemanfaatan ekonomi dengan keberlanjutan ekologi.
Topik kuliah tamu ini sangat relevan dengan beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
- SDG 14 (Ekosistem Laut)
Bagaimana tata cara pengelolaan, perlindungan, dan pemanfaatan sumber daya pesisir serta lautan secara berkelanjutan melalui perhitungan Ocean Account. - SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
Mengedepankan transisi menuju pertumbuhan “ekonomi biru” yang mengoptimalkan potensi laut untuk kesejahteraan masyarakat tanpa merusak ekosistem. - SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim)
Mempertimbangkan ekosistem laut (seperti blue carbon) berperan vital dalam menyerap karbon, valuasi lingkungan laut menjadi penting dalam strategi mitigasi iklim. - SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)
Valuasi sumber daya laut membantu pemerintah dan perencana untuk mencegah eksploitasi berlebihan (overfishing dan ekstraksi berlebih) terhadap aset maritim. - SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)
Memberikan pemahaman kepada Mahasiswa bahwa dalam perencanaan dan pengelolaan ruang, membutuhkan kemitraan antara ruang darat dan ruang laut dalam praktiknya.

